Asal Usul Reog Ponorogo dan Cara Memainkannya

Asal Usul Reog Ponorogo – Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur memiliki salah satu ciri khas seni budaya yang berupa kesenian reog ponorogo. Pagelaran kesenian reog ponorogo sendiri saat ini telah dikenal sampai ke mancanegara.

Reog telah menjadi kesenian yang mempunyai nilai luhur, tradisi dan kebudayaan masyarakat Ponorogo. Sehingga tak heran, bila dalam setiap pementasannya selalu dipenuhi oleh warga yang menikmati tarian ini.

Asal usul reog ponorogo telah menjadi warisan leluhur Indonesia. Banyak cerita yang berkembang dalam beberapa versi mengenai asal mula reog ponorogo ini.

Sesuai dengan cerita yang berkembang, asal usul reog ponorogo telah dilatarbelakangi dari kisah perjalanan raja kerajaan Bantarangin yang bernama Prabu Kelana Ssewandana. Prabu Kelana Sewandana sedang mencari calon permaisurinya ketika itu tahun 900 saka.

Calon permaisurinya dicari karena kabur dari kerajaan Bantarangin. Iya bernama Dewi Sanggalangit yang merupakan putri kerajaan Kediri. Dirinya kabur karena tak mau dijodohkan dengan Prabu Kelana.

Asal Usul Reog Ponorogo Versi Bantarangin

Asal Usul Reog Ponorogo

Berlangsungnya pementasan reog ponorogo sering dilakukan secara rutin di monumen Bantarangin yang berada di Desa Ssumoroto, Kecamatan Kauman.

Lokasi tersebut telah diyakini oleh warga setempat menjadi cikal bakal lahirnya kesenian reog. Dalam lokasi tersebut pementasan telah dilakukan sebanyak 6 kali dalam kurun waktu 1 tahun yang telah di jadwal sesuai dengan kegiatan warga nya.

Di dalam versi Bantarangin telah diceritakan bahwa saat dilamar oleh Prabu Kelana Sewandana, maka Dewi Sanggalangit telah mengajukan persyaratan yang cukup berat. Syarat tersebut adalah, calon suaminya harus dapat menghadirkan sebuah tontonan yang menarik.

Berupa tontonan keramaian yang belum pernah ada sebelumnya. Tontonan tersebut berwujud semacam tarian yang diiringi oleh gamelan dan juga tabuhan. Serta dilengkapi oleh barisan kuda kembar dengan jumlah 140 ekor dan harus bisa menghadirkan binatang yang memiliki dua kepala.

Persyaratan tersebut diutarakan oleh Dewi Sanggalangit saat dirinya ditemukan di sebuah goa ketika tengah bersemedi. Saat Dewi Sanggalangit diajak pulang untuk dinikahi oleh Prabu Kelana, maka putri Kediri itu tetap menolak.

Sang prabu akhirnya merayu dan memberikan janji bahwa ia akan menuruti semua permintaan yang nantinya diajukan oleh calon permaisuri tersebut. Selanjutnya Dewi Sanggalangit memberikan persyaratan seperti yang telah disebutkan tadi.

Setelah berhari-hari berpikir dengan cukup keras, akhirnya Prabu Kelana Sewandana mendapatkan wahyu dari Dewi Parwati untuk membuat seni pertunjukan yang berupa tarian dengan menggunakan barongan berupa reog.

Ukuran Reog Ponorogo

Reog sendiri dibuat dengan ukuran yang sangat besar dengan lambang cinta berupa burung merak dan juga kepala harimau. Bulu burung merak melambangkan sang calon permaisuri. Sedangkan kepala harimau melambangkan sang prabu.

Tarian reog ponorogo saat itu langsung dipertontonkan pada calon permaisuri. Melihat tarian itu, calon permaisuri sangat senang dan berjanji bahwa dirinya mau dinikahi oleh sang Prabu Keana Sewandana.

Asalkan tarian reog itu dipertontonkan di setiap tahun mereka memperingati hari pernikahannya. Sejak saat itulah reog ponorogo pun hadir sebagai kesenian pertunjukan di Ponorogo.

Cerita asal usul reog Ponorogo itu mulai berkembang di masyarakat sampai saat ini. Meskipun demikian, sebenarnya nama reog baru saja dikenalkan dari tahun 1989 dan sebelumnya reog telah dikenal dengan nama reyog.

Nama tersebut telah diganti oleh bupati Ponorogo yaitu Markum Singodimedjo. Tujuannya agar propaganda pembangunan nama reog dipilih karena cocok sekali digunakan sebagai akronim dari slogan resmi kabupaten Ponorogo yakni Resik, Endah, Omber, Girang gemirang.

Berat Reog Ponorogo

asal usul reog ponorogo

Berbicara mengenai berapa sebenarnya berat dari reog ponorogo ini bisa kita lihat dari ukuran dadak merak nya. Dadak merak atau barongan adalah peralatan tari yang dominan yang ada dalam kesenian reog ponorogo.

Bagian di dalam dadak merak diantaranya adalah kepala harimau atau yang disebut dengan caplokan. Ini terbuat dari kerangka kayu atau bambu dan rotan yang ditutup dengan kulit harimau gembong.

Kerangka dadak merak terbuat dari bambu dan rotan sebagai tempat untuk menata bulu merak yang menggambarkan seekor merak sedang mengembangkan bulunya dan menggigit untaian manik-manik.

Dalam dadak merak terdapat krakapan yang terbuat dari beludru dengan warna hitam yang disulam dengan monte. Ini adalah aksesoris tempat menuliskan identitas grup reog. Dadak merak berukuran panjang 2 ,25 meter, lebar 2,30 meter, dan memiliki berat hampir 50 kg.

Trik Memainkan Reog Ponorogo

  • Ada beberapa teknik dasar yang bisa digunakan dalam memainkan reog yang memiliki berat mencapai 50 kg ini. Di antaranya yaitu:

Songgo pundak

  • Posisi titik berat dari reog dialihkan pada pundak yang tadinya bertitik berat pada kepala dan juga gigi misalnya ketika melepas tangan.

Songgon tangan

  • Ini merupakan teknik untuk anda yang masih pemula. Dengan menumpukan berat reog pada kedua tangan dan juga gigi serta kepala.

Songgo Wojo

  • Adalah teknik pengalihan tumpuan berat reog ketika menari pada gigi dan juga kepala.

Usahakan selalu agar badan seimbang dengan sedikit menundukkan badan dan menitikberatkan pada bagian tubuh belakang, juga dengan kuda-kuda kaki yang kuat.

Sebuah benda juga bisa terasa lebih berat bila benda tersebut bergerak sebab efek relativitas. Hal ini sama dengan menggunakan reog. Bila anda bergerak, maka bebannya bisa lebih dari 60 kg. Oleh karena itu, sebaiknya anda berlatih dengan sungguh-sungguh sebelum mencobanya.

Sebagai tambahan ketika latihan, maka anda harus dapat mengangkat sebuah meja mini hanya menggunakan gigi anda. Selain itu, anda juga harus sering melakukan handstand sambil menggigit kayu bambu. Ini bertujuan agar memperkuat daya gigi tanda pada kepala singo barong reog.

Anda harus yakin bahwa anda bisa melakukannya. Sebab tanpa sugesti yang positif, mungkin itu bisa mematahkan leher anda dan memberikan akibat yang berbahaya untuk kesehatan tubuh.

Makna Dibalik Tari Reog Ponorogo

asal usul reog ponorogo

Di dalam tari reog ponorogo terdapat makna yang mengandung nilai seni budaya yang tinggi. Kesenian tari reog ponorogo yang berasal dari Jawa Timur memang sudah dikenal luas. Ponorogo sendiri disebut sebagai asal mula kesenian ini.

Sampai-sampai gerbang kota Ponorogo berhias dua sosok yang ada dalam kesenian reog yaitu warok dan juga gemblak. Kesenian reog Ponorogo begitu kental dengan aura mistis dan juga ilmu kebatinan yang dipercaya penduduk sekitar.

Filosofi adalah pola pikir manusia atau prinsip hidup yang timbul karena peristiwa fenomena kehidupan yang sudah dialami. Reog ponorogo tergolong kedalam keduanya. Reog tergolong sebagai panutan hidup dan menjadi pegangan kuat untuk masyarakat daerah Ponorogo.

Dalam reog Ponorogo melambangkan kejantanan, keperkasaan dan juga kegagahan. Gerakan yang terdapat dalam tarian reog telah menggambarkan tingkah polah manusia dalam menjalani hidup mulai dari lahir hidup hingga mati.

Kesenian reog telah dimanfaatkan sebagai sarana dalam mengumpulkan massa dan menjadi saluran komunikasi efektif dalam masyarakat. Untuk itu, asal usul reog ponorogo perlu kita ketahui agar kita bisa menjaga kelestarian kesenian di negara tercinta ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *